Ilmu pengetahuan kini sangat berkembang pesat dengan bantuan teknologi dan berkembangnya cara berpikir manusia. Ada banyak upaya yang dapat dilakukan oleh setiap pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya itu adalah dengan melakukan kegiatan penelitian, khususnya penilitian pendidikan. Melalui penelitian, masalah-masalah dalam pendidikan dapat ditemukan kemudian bisa mendapatkan solusinya. Hal-hal baru yang lebih inovatif dalam pendidikan dapat pula dikembangkan dan diaplikasikan dari sebuah penelitian. Ada beberapa jenis penelitian yang dapat dilakukan, salah satunya adalah metode penelitian dan pengembangan atau research and development (R&D).

Menurut Prof. Dr. Nana Syaodih Sukmadinata dalam bukunya Metode Penelitan dan Pendidikan, beliau menyebutkan bahwa Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R & D) adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada, yang dapat dipertanggungjawabkan. 

Menurut Prof. Dr. Sugiono dalam bukunya Metode Penelitan dan Pendidikan, beliau menyebutkan bahwa metode Penelitian dan Pengembangan atau dalam bahasa Inggrisnya Research and Development (R & D) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. 

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R & D) adalah suatu metode atau langkah untuk menghasilkan produk baru atau mengembangkan dan  menyempurnakan produk yang telah ada, dan digunakan untuk menguji kefektifan produk tersebut.

Mengapa Penelitian RnD itu Penting?

R&D dalam pendidikan adalah suatu proses ilmiah yang mengidentifikasi kebutuhan, mengembangkan produk dan memvalidasi produk tersebut sehingga menjadi produk baru yang memenuhi kebutuhan. Produk baru itu dikembangkan melalui prosedur yang sistematik dan uji coba lapangan sehingga memenuhi kriteria kualitas atau standar tertentu,  efektivitas, dan efisiensi.

Penelitian-penelitian di bidang pendidikan, umumnya tidak diarahkan pada pengembangan suatu produk, tetapi ditujukan untuk menemukan pengetahuan baru berkenaan dengan fenomena-fenomena yang bersifat fundamental, serta praktik-praktik pendidikan. Penelitian fenomena-fenomena yang bersifat fundamental pendidikan dilakukan melalui penelitian dasar (basic research), sedangkan penelitian tentang praktik pendidikan dilakukan melalui penelitian terapan (applied research). 

Metode penelitian dan pengembangan merupakan penghubung atau pemutus kesenjangan antara penelitian dasar dengan penelitian terapan. Sering dihadapi adanya kesenjangan antara hasil-hasil penelitian dasar yang bersifat teoritis dengan penelitian yang bersifat praktis. Kesenjangan ini dapat dihilangkan atau disambungkan dengan penelitian dan pengembangan.

Pada tujuan penelitian pengembangan biasanya berisi dua informasi, yaitu (1) masalah yang akan dipecahkan dan (2) spesifikasi pembelajaran, model, soal, atau perangkat yang akan dihasilkan untuk memecahkan masalah tersebut. Selama dua aspek ini terkandung dalam sebuah rumusan masalah penelitian pengembangan, maka rumusan masalah tersebut sudah benar. Dapat dikatakan  bahwa tujuan Penelitian Pengembangan adalah menginformasikan proses pengambilan keputusan sepanjang pengembangan dari suatu produk menjadi berkembang dan kemampuan pengembang untuk menciptakan berbagai hal dari jenis ini pada situasi kedepan.

Langkah – langkah melakukan penelitian RnD

Langkah-langkah proses penelitian dan pengembangan menunjukkan suatu siklus, yang diawali dengan adanya kebutuhan, permasalahan yang membutuhkan pemecahan dengan menggunakan suatu produk tertentu. Contohnya untuk meningkatkan kemampuan guru-guru yang tersebar dalam suatu daerah yang sangat luas membutuhkan bahan latihan atau penataran yang disusun dalam bentuk modul. Langkah selanjutnya adalah menetukan karakteristik atau spesifikasi dari produk yang akan dihasilkan. Materi latihan apa yang harus diberikan dan bagaimana proses pembelajarannya. Materi dan proses pembelajaran tersebut harus disesuaikan dengan kondisi, latar belakang dan kemampuan guru yang akan mempelajarinya, serta sumber-sumber belajar yang ada di daerah mereka masing-masing. Setelah itu barulah dibuat draf produk, atau produk awal yang masih kasar, kemudian produk tersebut diujicobakan di lapangan dengan sampel secara terbatas dan sampel lebih luas secara berulang-ulang. Selama kegiatan uji coba dilakukan pengamatan dan evaluasi. Berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi diadakan penyempurnaan-penyempurnaan. Kegiatan evaluasi dan penyempurnaan dilakukan secara terus-menerus sampai dihasilkan produk yang terbaik atau produk standar. Untuk menguji keampuhan produk yang dihasilkan diadakan pengujian mutu hasil dengan menggunakan metode eksperimen.

Menurut Borg dan Gall (1989) ada sepuluh langkah pelaksanaan penelitian dan pengembangan yaitu:

  1. Penelitian dan pengumoulan data.
  2. Perencanaan.
  3. Pengembangan draf produk.
  4. Uji coba lapangan awal.
  5. Merevisi hasil uji coba.
  6. Uji coba lapangan.
  7. Penyempurnaan produk hasil uji lapangan.
  8. Uji pelaksanaan lapangan.
  9. Penyempurnaan produk akhir.
  10. Diseminasi dan implementasi.

Kesimpulan

Research and Development (R & D) adalah suatu metode atau langkah untuk menghasilkan produk baru atau mengembangkan dan  menyempurnakan produk yang telah ada, dan digunakan untuk menguji kefektifan produk tersebut. Dalam pelaksanaan R&D, ada beberapa metode yang digunakan, yaitu metode: deskriptif, evaluatif, dan eksperimental. Produk-produk pendidikan yang dihasilkan baik yang berupa hardware maupun software diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan efektifitas pendidikan yang berkualitas, dan relevan dengan kebutuhan. Sehingga secara umum dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.