Training Of Trainer (TOT) kali ini membahas mengenai bom hidrogen. Pembahasan materi dipaparkan oleh pembicara kita, yaitu Muhammad Ismail, APMM. Kegiatan TOT dilaksanakan pada Kamis, 20 September 2018 bertempat di sekretariat KPM UNJ R.106 dan dihadiri oleh 23 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota KPM serta siswa/siswi SMKN 14 Jakarta. Kegiatan TOT dimulai pada pukul 16.30 WIB dan selesai pukul 18.00 WIB. Pertama-tama kegiatan ini dibuka oleh saudari Arum Wulandari, APMP kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh saudara Muhammad Ismail, APMM.


Berikut ini Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat bom hidrogen :
– Soda api (NaOH)
– Aluminium foil
– Balon
– Air
– Pemantik
– Botol kaca

Cara pembuatan bom hidrogen :
1. Botol kaca diisi dengan air
2. Potong aluminium foil, lalu bulatkan kecil-kecil dan masukkan ke dalam balon
3. Balon dipasang ke dalam mulut botol
4. Aluminium foil yang ada dalam balon dituang ke dalam botol
5. Tunggu sampai balon mengembang
6. Setelah balon mengembang ikat balon tersebut dan kaitkan dengan kayu
7. Selanjutnya, dekatkan balon yang sudah diikat kayu tadi dengan sumber api. Gunakan pengaman dan jangan gunakan tangan secara langsung karna dapat menyebabkan luka bakar.
8. Beberapa lama kemudian balon akan terbakar dan meledak layaknya sebuah bom.


Penjelasan:

Balon akan mengembang karena adanya reaksi antara aluminium foil dengan NaOH yang menghasilkan gas hidrogen. Reaksinya adalah :
2Al(s) + 2NaOH(aq) + 6H2O(l) -> 2Na+(aq) + 2[Al(OH)4](aq) + 3H2(g)

Reaksi antara aluminium foil dengan NaOH menghasilkan kalor yang menandakan bahwa reaksi tersebut adalah reaksi eksoterm. Selain itu ada perubahan warna larutan menjadi kehitaman akibat ada peluruhan dari warna aluminium foil. Setelah didekatkan dengan api, balon langsung meledak dan menimbulkan api. Oleh karena itu disarankan menggunakan pengaman seperti sarung tangan.

Setelah selesai mempraktekkan percobaan bom hidrogen kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan pembacaan doa yang dipandu oleh Arum Wulandari, APMP.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.