Kegiatan TOT (Training Of Trainer) tanggal 10 Maret 2016 merupakan kegiatan pelatihan yang pertama pada kepengurusan P2EK 2016/2017. Dalam pertemuan ini mempelajari tentang “Microteaching” dan pembicaranya adalah ka Anggita. Acara ini berjalan dengan lancar, dimulai pukul 16:30 dan selesai magrib. Pelatihan yang dihadiri 19 peserta ini membahas tentang bagaimana tata cara pengajaran, khususnya pengajaran KIR.

Mikroteaching merupakan Sebuah metode latihan penampilan yang dirancang sehingga fasilitator KIR dapat menguasai setiap komponen dalam mengajar  yang bertujuan  memberikan kesempatan kepada calon fasilitator untuk mempraktikkan beberapa keterampilan dasar.

1.Keterampilan dasar yang dilatih diantaranya yaitu,

  • Membuka dan Menutup

Dalam pembukaan dalam proses pembelajaran diantaranya harus mengucapan salam, kabar hari ini, kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya, apakah ada kesulitan dalam mengerjakannya, mendata peserta yang hadir, dan menyampaikan hal apa yang akan dipelajari hari itu. Pendataan peserta yang hadir sangat penting dilakukan karena dapat digunakan sebagai cara pengenalan setiap pesertanya.

  • Mengelola kelas

Pengelolaan kelas dapat dilakukan dengan mudah jika kita pintar mengkondisikan suasana kelas. Antara fasilitator dengan peserta mengerti apa tujuan dari pertemuan ini.

  • Memimpin diskusi kelompok

Sebagai fasilitator harus pintar-pintar memimpin jalanan diskusi, bagaimana sistem diskusi yang efektif agar diskusi dapat hidup.

  • Bertanya

Keterampilan bertanya juga harus dikuasai oleh fasilitator. Keterampilan ini menggunakan kalmat yang mudah dipahami, singkat dan padat. Seperti pada kalimat berikut:

“ayo adek-adek siapa yang belum jelas dengan materinya, belum jelas dimananya?”

  • Penguatan

Penguatan ini biasa dilakukan di dalam kelas, keterampilan penguatan ini penting dilakukan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan kalimat yang tepat, sehingga tidak memicu rasa tersinggung pada peserta saat mengemukakan pendapatnya.

Contoh : “pendapat kamu cukup bagus dalam hal ini tetapi, akan lebih bagus lagi jika kamu menyertakan alasan dari pendapatmu ini dan lebih dijelaskan dengan singkat.”

  • Mengadakan Variasi
  • Menjelaskan

Fasilitator seharusnya telah menguasai materi yang akan diajarkan dan dalam prosesnya menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami, sehingga dapat dipahami oleh peserta. Dalam penjelasan juga sebaiknya tetap dilakukan komunikasi antar fasilitator dan peserta untuk menghindari pengajaran yang monoton. Penjelasan dapat dilakukan dengan cara ceramah, diskusi dan yang lainnya.

2. Membangun Kreaktifitas dan

3. Membangun keingintahuan.

Setelah selesai menjelasan materi dilanjutkan dengan tanya jawab, pada sesi tanya jawab. Pada sesi tanya jawab ini terlihat para peserta sangat antusias dengan banyaknya pertanyaan – pertanyaan yang ditujukan kepada pembicara. Pertanyaan yang mereka berikan berkaitan dengan masalah – masalah dari peserta dalam proses kegiatan KIR di sekolah yang mereka bina.

Alhamdulillah acara pembelajaran “microteaching” berjalan dengan lancar. Berharap ilmu yang didapat bermaanfaat dan dapat diaplikasikan dalam proses pengajaran khususnya pengaajaran KIR. Amin.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.