Pada hari Jumat, 28 Juni 2024 pukul 16.00 WIB sampai dengan selesai, telah dilaksanakan agenda TOT #8 di Zoom Meeting. Training Of Trainer #8 yang bertemakan ”Pelatihan Pengembangan Aplikasi Mobile” menghadirkan Handrian Wibisono sebagai pembicara.

TOT #8 dihadiri oleh peserta yang berjumlah 50 orang. Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan MC, kemudian dilanjutkan moderator. Pemaparan materi dilakukan oleh Kak Handrian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh moderator, dan penutupan yang dipandu oleh MC.

Pada TOT #8, kak Handrian membahas pengembangan aplikasi mobile adalah proses pembuatan perangkat lunak yang berjalan pada perangkat mobile dan umumnya memanfaatkan koneksi jaringan untuk berfungsi dengan sumber daya komputasi jarak jauh. Ada dua platform dominan di pasar smartphone modern, yaitu : platform iOS dari Apple Inc.

7 Steps of Mobile App Development Process

  1. Development process Ideation: Penentuan tujuan pembuatan aplikasi mobile, yang akan mempengaruhi metode dan pengembangan aplikasinya.
  2. Analytics and Market Research: Menganalisis kebutuhan pasar dan tren saat ini untuk memastikan aplikasi relevan.
  3. App Platform Selection : Di mana kita memilihi daya pasar yang telah dikritisi apakah cocok bila aplikasi dikembangkan dalam bentuk aplikasi mobile (Android, IOS, dsg), webiste, atau sebagiannya.
  4. UI/UX Design : Membuat desain dan rancangan tampilan dari aplikasi. Serta memperhatikan kepuasan dari pengguna dalam memakai aplikasi.
  5. App Development : Tahap eksekusi dan pengembangan aplikasi.
  6. Testing: Menguji aplikasi yang telah dibuat untuk memastikan fungsionalitas dan keandalannya.
  7. Development to App Store: Merilis aplikasi ke toko aplikasi yang relevan, seperti App Store dan Google Play Store.

Ada 4 Pendekaran Pengembangan Utama Untuk Membangun Aplikasi Seluler

  1. Native Application Ditulis dalam bahasa pemrograman dan kerangka kerja yang disediakan oleh pemilik platform.
  2. Cross-Platform Applications
    Dikembangkan dengan bahasa pemrograman dan kerangka kerja yang dapat digunakan di beberapa platform
  3. Hybrid-Web Applications
    Dibuat dengan teknologi web standar seperti JavaScript, CSS, dan HTML5, lalu digabungkan sebagai aplikasi mobile.
  4. Proggressive Web Application (PWA)
    Aplikasi web yang memanfaatkan kemampuan browser.

Flutter adalah toolkit antarmuka pengguna (UI) dari Google untuk membangun aplikasi untuk perangkat mobile, web, dan desktop dari satu basis kode.

Kelebihan Flutter:

  • Pengembangan Aplikasi yang lebih mudah dan cepat Costum design yang luas.
  • Open source
  • Custom Design yang luas
  • Performa Tidak Kalah dari Aplikasi Native

Kekurangan Flutter

  • Belum banyak 3rd party yang mendukung
  • Output Aplikasi Berukuran Besar
  • Teknologi yang relatif baru

Pengetahuan tentang bahasa pemrograman Dart dan pemrograman berorientasi objek juga diperlukan. Untuk perangkat lunak, dibutuhkan sistem operasi Windows 10 atau yang lebih baru, MacOS, atau Linux Ubuntu 20.04 LTS, serta alat seperti Git, VSCode 2022, Visual Studio, dan Android Studio.

Salam Penelitian!

Penulis : Angelia Nurvianti Puspita
Publisher : Angelia Nurvianti Puspita


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.