Dokumentasi SKILL

Jakarta, 13 September 2025

Kelompok Peneliti Muda Universitas Negeri Jakarta telah menyelenggarakan EXPO 19.0 KPM UNJ bertajuk “Seminar Keilmiahan dan Hasil Penelitian (SKILL)” pada 13 September 2025 di Aula Bung Hatta, Gd. Pascasarjana, Lt.2, Kampus A, UNJ. Acara ini menghadirkan 179 peserta yang terdiri dari Siswa, Mahasiswa, Masyarakat Umum hingga Dosen, termasuk perwakilan dari berbagai institusi.

Kegiatan ini dipimpin oleh M. Rayhan Murtadha sebagai Mawapres Utama Sarjana UNJ 2025 dan Dini Nurrahmawati sebagai Mawapres Best Personality FMIPA UNJ 2025, dengan menghadirkan narasumber utama Dr. Yesi Hendriani Supartoyo, S.P., M.Si. dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)-Research Center for Macroeconomics and Finance dan Yurid Audina, S.Mat. sebagai Founder Belajarriset.id.

Dr. Yesi Hendriani Supartoyo, S.P., M.Si. membahas tentang ‘Mengoptimalkan Inovasi Penelitian untuk Menjawab Tantangan Global: Peran SDGs dalam Membentuk Masa Depan yang Berkelanjutan’. Ia menyoroti isu sentral tentang perlunya evidence-based policy yang didukung oleh riset dan inovasi untuk mengatasi berbagai tantangan global, menjaga kelestarian lingkungan, dan membangun masa depan yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Acara ini juga menghadirkan narasumber lainnya, Yurid Audina, S.Mat., yang memaparkan topik “Dari Hobi ke Proyek: Menggali Potensi Penelitian Berkelanjutan dalam Aktivitas Sehari-hari”. Ia menggarisbawahi pentingnya memanfaatkan minat dan hobi sebagai inspirasi untuk memulai proyek penelitian yang berorientasi pada keberlanjutan.

Melalui acara ini, KPM UNJ berharap dapat memperkuat komitmen bersama dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), meningkatkan kesadaran dan aktif civitas akademika dalam inovasi dan riset berkelanjutan, serta memperkuat kualitas pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas.


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses